Bruxism adalah kebiasaan menggertakan atau menggesekkan gigi tanpa disadari, terutama Ketika tidur. Hal ini ternyata menjadi rutinitas buruk walaupun pelaku tidak menyadarinya. Hal buruk tersebut akhirnya bisa mengakibatkan berbagai masalah pada Kesehatan gigi. Lalu apa saja dampak-dampak buruknya? Mari menggali lebih dalam.
Dampak Buruk Bruxism yang Tidak Disadari
Kebiasaan yang dilakukan tanpa disadari biasanya tidak terlalu menimbulkan dampak-dampak buruk. Namun berbeda dengan Bruxism, karena menggertakan gigi saat tidur atau tidak ternyata bisa merusak Kesehatan gigi. Jika Anda merasa mempunyai kebiasaan itu, berikut ini dampaknya, sehingga bisa menghindarinya lebih awal.
1. Kerusakan pada Email Gigi
Cara kerja kebiasaan bruxism sendiri adalah dengan menggertakkan gigi atas dan Bawah, sampai terdengar suara tidak nyaman. Hal ini tentu saja dapat menimbulkan dampak buruk, yaitu kerusakan email gigi. Dengan rusaknya permukaan enamel, akan menyebabkan banyak gangguan.
Salah satunya yang terlihat adalah gigi lebih sensitif, terhadap panas, dingin dan rasa sakit. Hal ini karena proses bruxism bisa membuat gigi menjadi rata seperti dikikir, sehingga lapisan pelindung menipis bahkan rusak. Itulah mengapa gigi akan lebih sensitif.
2. Gigi akan Retak atau Patah
Selain menipiskan permukaan gigi yang terdiri dari enamel gigi, kebiasaan melakukan bruxism dalam jangka waktu lama bisa membuat gigi retak bahkan patah. Hal itu terjadi karena selama menggertakkan gigi, terjadi tekanan berulang-ulang.
Mengingat kebiasaan ini terjadi di bawah kesadaran, tentu saja kemungkinan melakukan berulang sangat mungkin. Namanya saja kebiasaannya, pastinya akan dilakukan setiap hari oleh pengidapnya. Terlebih tidak sadar mempunyai kebiasaan tersebut.
3. Terjadinya Penyakit Periodontal
Selain kebiasaan berdampak buruk bagi gigi, bruxism ternyata juga bisa menyebabkan penyakit di gusi atau periodontal. Dimana terjadinya infeksi bakteri serius menyerang gusi dan jaringan di sekitar gigi yang gunanya menahan gigi pada tempatnya.
Jika penyakit tersebut semakin parah atau tidak diobati, tentu saja bisa menyebabkan gigi tanggal. Kebiasaan bruxism akan memberikan tekanan berlebih pada gigi, tekanan yang tidak wajar tersebut akhirnya merusak jaringan periodontal. Lalu, hal itu akan membuat peredaran arah ke gusi terganggu, begitulah infeksi terjadi karena bruxism.
4. Kerusakan pada Tambalan atau Mahkota Gigi
Dampak buruk selanjutnya akan terjadi jika Anda, pengidap bruxism mempunyai tambalan atau mahkota gigi. Tekanan dari gesekan bruxism berulang-ulang saja bisa menyebabkan peredaran darah tidak lancar dan terjadi penyakit gusi. Letak tambalan yang sangat rentan rusak, tentu menjadi dampak buruk lainnya.
Kebiasaan ini tentu akan sangat merugikan pengguna tambalan atau mahkota gigi. Jika terjadi kerusakan, harus dilakukan perawatan serupa lagi dari awal. Tentu saja, biaya juga akan keluar lagi nantinya. Tambalan yang rusak juga akan mengakibatkan nyeri di gigi.
5. Gangguan TMJ dan Nyeri Otot Pengunyah
Kebiasaan menggesekkan gigi cara berulang pastinya akan menyebabkan gangguan pada sendi rahang (TMJ). Hal ini akan mengakibatkan nyeri pada rahang, kesulitan saat membuka mulut, dan timbulnya suara klik atau seret Ketika menggerakkan rahang.
Selain itu tentu saja juga akan mengganggu pengunyahan, dimana terjadi nyeri otot karena tekanan berlebihan pada rahang. Keduanya berhubungan, jika bruxism tidak segera diatasi dan menjadi dampak buruk di jangka panjang.Semua kebiasaan bisa dihindari atau disembuhkan, termasuk bruxism yang ternyata meskipun dilakukan secara tidak sadar, tetapi dampak buruknya sangat mencengangkan. Penyakit gigi hingga gusi dan fungsi pengunyahan, bisa terganggu hanya karena bruxism. Oleh sebab itu, usahakan untuk menghindarinya.