Rata gigi tanpa menggunakan behel saat ini sedang diincar beberapa masyarakat. Namun, tanpa adanya proses penarikan dari kawat, apakah hasilnya bisa efektif merapikan gigi? Hal ini yang tidak banyak diketahui oleh banyak orang. Pada kesempatan kali ini, mari membahas terkait proses meratakan gigi tanpa kawat atau behel.
Apakah Rata Gigi tanpa Behel Hasilnya Efektif?
Perlu diketahui dulu, bahwa biasanya pasien yang disarankan menggunakan proses merapikan gigi tanpa kawat ini mempunyai masalah gigi tidak begitu serius. Hal itulah yang membuat dokter gigi menyarankan bisa memilih aligner, yaitu alat ortodontik transparan untuk meratakan gigi.
Pasien dengan masalah gigi tidak rata, bisa merapikannya tanpa pemasangan kawat atau behel menggunakan aligner tersebut. Untuk menjawab efektif atau tidak hasilnya, penggunaan aligner menjadi salah satu cara meratakan gigi tanpa behel, sehingga cukup memberikan hasil memuaskan.
Tidak jarang beberapa pasien yang memilihnya karena untuk alasan estetika. Hadir dengan bentuk transparan, membuat penggunanya tak terlihat sedang menjalani metode meratakan gigi. Namun, seperti sudah dijelaskan, bahwa penggunaan aligner akan disesuaikan seberapa parah masalah giginya.
Dokter gigi bisa memutuskan pasien harus menggunakan metode meratakan gigi seperti apa, akan melihat dari seberapa parah kondisi masalah giginya. Beberapa hal harus diperhatikan, saat akan menggunakan aligner di bawah ini mungkin bisa menjadi gambaran bagi Anda sebelum mencoba perawatannya.
Hal Harus Diperhatikan Sebelum Menggunakan Aligner untuk Rata Gigi
Proses awal menggunakan aligner, yaitu sebelum mulai perawatan meratakan gigi, pasien harus konsultasi dengan dokter gigi. Tooth Arts adalah klinik dokter gigi untuk perataan gigi di Malang yang mempunyai dokter senior spesialis, sehingga pasien tahu bagaimana aligner bekerja di kasus giginya. Inilah hal yang harus diperhatikan.
1. Efektivitas yang Baik untuk Kasus Ringan
Seperti sudah dijelaskan, bahwa penggunaan aligner sangat disarankan untuk pasien dengan kasus gigi tidak rata ringan hingga sedang. Untuk tahu tingkatnya, tentu Anda harus melakukan konsultasi dulu dengan dokter gigi spesialis. Walaupun aligner merupakan alat perata gigi aman, konsultasi harus tetap dilakukan.
Tooth Arts menjadi klinik gigi yang melayani pasien perataan gigi Bersama dokter spesialis berlisensi London. Apapun masalah gigi tidak rata hingga apa yang harus digunakan untuk meratakannya, apakah bisa memilih aligner? Bisa dikonsultasikan langsung.
2. Harus Disiplin Menggunakannya
Aligner merupakan behel transparan, sehingga nilai estetikanya tinggi, karena pasien tidak terlihat sedang menggunakan behel. Namun, dibalik hal itu, Anda harus memperhatikan kedisiplinan menggunakannya. Aligner harus digunakan minimal 20-22 jam sehari.
Waktu penggunaan itu juga bisa berubah, sesuai dengan saran dari dokter gigi Anda. Aligner sering dipilih sebagai solusi gigi tidak rata, tetapi bukan satu-satunya cara. Kembali lagi, karena kasus gigi pasien berbeda-beda. Alat ortodontik ini, menjadi alternatif bagi pasien yang ingin meratakan gigi tetapi memikirkan estetika.
3. Rajin Melakukan Perawatan Gigi
Penggunaan aligner memang terlihat mudah, mengingat termasuk behel lepas pasang juga. Namun, hal tersebut tidak menjadi alasan pasien melupakan perawatan rutin giginya. Hal ini harus selalu dilakukan secara rutin, termasuk membersihkan karang.
Jika, tidak melakukan perawatan gigi dengan baik, resiko mengalami karies gigi sangat tinggi. Hal ini juga akan memicu masalah gigi lainnya. Tooth Arts, selain menjadi klinik meratakan gigi Batu Malang pasien juga bisa melakukan perawatan gigi lainnya. Lakukan saja reservasi segera sebelum konsultasi.Bagaimana hasilnya? Sebenarnya tergantung pada 3 hal, tingkat kasus gigi, disiplin, dan perawatan giginya. Meskipun penggunaan aligner untuk rata gigi kasus ringan, displin penggunaan hingga perawatan tetap harus dilakukan secara rutin.