Rata behel tanpa kawat adalah salah satu prosedur merapikan struktur gigi dengan sebuah alat ortodonti lepas pasang berbentuk transparan. Bentuknya sendiri disesuaikan oleh masing-masing gigi pasien, sehingga tidak sama satu dengan lainnya. Lalu, apa yang membuat penggunaan alat ini direkomendasikan? Mari membahasnya lebih lanjut.
Alasan Rata Behel tanpa Kawat Direkomendasikan untuk Merapikan Gigi
Menggunakan behel jenis seperti apa, sebenarnya akan ditentukan oleh dokter gigi setelah mengetahui kondisi gigi masing-masing pasiennya. Namun, ada beberapa kasus dokter gigi akan menyesuaikan permintaan pasien, asalkan sesuai dengan kondisi giginya, jadi hasilnya tetap maksimal.
Sedangkan untuk mendapatkan hasil behel gigi rapi, memang ditentukan kondisi giginya. Ibarat seseorang dengan imun tubuh kuat melawan penyakit, akan lebih mudah sembuh. Begitu juga kasusu gigi ringan, tentu akan lebih cepat rapi. Berikut alasan mengapa seseorang direkomendasikan menggunakan rata behel tanpa kawat.
- Kasus Merapikan Gigi cukup Ringan
Tidak semua pasien yang ingin merapikan giginya, mempunyai kondisi permasalahan gigi serius. Beberapa memang sangat ringan, tetapi tetap harus diatasi secara medis dengan baik. Disaat itulah dokter gigi akan merekomendasikan aligner (alat ortodonti untuk merapikan gigi tanpa kawat). Berikut kondisi gigi yang cocok untuk aligner.
- Gigi Berjejal (Crowding) : Kondisi gigi berdekatan dan tidak mempunyai cukup ruang, sehingga posisinya salah
- Gigi Berjarak (Spacing) : Adanya celah di antara gigi. Bisa jadi karena karang gigi membandel.
- Gigi Tidak Selaras : Kondisi gigi satu dengan teman lainnya tidak lurus atau sejajar.
- Gigitan Silang (Crossbite) : Gigi atas atau Bawah terlihat tidak sejajar Ketika menggigit.
- Overbite : Kondisi gigi atas menutupi gigi Bawah dengan Jarak terlalu jauh.
- Underbite : Kondisi gigi Bawah menonjol lebih jauh dari gigi atas.
Perlu diperhatikan, bahwa kondisi gigi diatas sebenarnya tetap akan maksimal melalui proses meratakan gigi dengan behel atau kawat. Namun, kembali lagi terkadang pasien merasa tidak terlalu nyaman menggunakannya, sehingga untuk estetika penampilan, dipilihlah aligner karena transparan.
- Merapikan Gigi dengan Mempertahankan Estetika
Meratakan gigi tanpa kawat dengan menggunakan aligner, memang dikenal tidak terlihat seperti sedang menggunakan behel pada umumnya. Hal tersebut karena aligner berbentuk transparan, sehingga gigi pasien terlihat seperti biasanya. Itulah mengapa alat ini disebut sebagai behel tidak terlihat.
Lalu, seberapa lama behel bikin gigi rata dengan menggunakan kawat? Penggunaan kawat gigi biasa membutuhkan waktu 2-3 tahun. Sedangkan, aligner hanya membutuhkan 3-12 bulan saja. Itulah mengapa alasan kedua, merapikan gigi dengan mempertahankan estetika, selain transparan, penggunaannya tidak lama.
- Pasien yang akan Mendaftar Instansi Tertentu
Tidak jarang beberapa instansi memang mempunyai syarat tertentu, salah satunya terkait dengan kesehatan hingga penampilan gigi. Biasanya beberapa peserta tahu syarat ini ketika akan mendaftar, sedangkan waktunya pasti sangat terbatas untuk melakukan perawatan gigi, termasuk merapikan gigi.
Membutuhkan waktu 2-3 tahun untuk merapikan gigi, tentu menjadi pertimbangan. Itulah mengapa terkadang dokter gigi akan merekomendasikan jenis behel untuk gigi tidak rata, aligner karena cepat cara kerjanya. Tooth Arts juga menyediakan berbagai jenisnya, serta solusi sejenis lainnya.
- Keinginan dari Pasien sesuai Kondisi Giginya
Alasan terakhir tentu saja, karena memah keinginan dari pasien sendiri. Biasanya dokter gigi akan melakukan pemeriksaan terlebih dulu, ketika pasiennya meminta jenis behel tertentu, termasuk aligner. Jika memang memungkinkan dan bisa maksimal hasilnya, tentu dokter gigi akan mengabulkannya.
Semua kemabli lagi pada kasus kondisi gigi masing-masing pasien. Tooth Arts menjadi salah satu klinik dengan dokter behel terpercaya Batu Malang yang bersahabat. Hal itu memudahkan pasien disini mudah mengutarakan keinginan hingga keluhannya terkait kondisi gigi.Menggunakan rata behel baik tanpa kawat atau menggunakannya, hasil tetap akan dikembalikan pada kondisi gigi, bagaimana pasien merawat giginya, dan disiplin. Tanpa itu semua, tingkat keberhasilan meratakan gigi tidak akan sukses.